Kamis 18 Juni 2026 — Iman yang Melihat di Balik Kegagalan
Seorang misionaris di pedalaman Afrika bernama C.T. Studd (salah satu dari “Cambridge Seven”) meninggalkan kekayaan keluarganya yang besar untuk melayani di China, India, dan Afrika. Ia menderita sakit parah dan kehilangan banyak rekan pelayanan. Namun ia tetap berkata, “Jika Yesus Kristus adalah Tuhan, maka tidak ada pengorbanan yang terlalu besar.” Iman Studd terus menyala meski tubuhnya melemah.
“Karena kami hidup oleh iman, bukan oleh penglihatan.” (2 Korintus 5:7)
Saudara, C.T. Studd mengingatkan kita untuk hidup oleh iman, bukan oleh apa yang kita lihat. Banyak orang percaya di Indonesia merasa lelah karena usaha dan doa yang sepertinya sia-sia. Namun Tuhan memanggil kita untuk percaya meski mata belum melihat hasilnya.
Pertanyaan refleksi: Apakah saudara saat ini lebih mengandalkan penglihatan atau iman? Apa yang Tuhan minta saudara percayai hari ini meski belum kelihatan?
Kalimat kunci: Iman yang tak tergoncangkan berjalan dengan mata tertutup bagi dunia, tetapi terbuka lebar kepada janji Tuhan.
Newest Events
Jumat, 18 September 2026 — APA YANG ADA DAPAT MEMBERKATI BANYAK ORANG
Kamis, 17 September 2026 — KEMBANGKAN KAPASITAS SAUDARA
Rabu, 16 September 2026 — JANGAN TUNGGU SEMPURNA UNTUK MELANGKAH
Selasa, 15 September 2026 — BISNIS JUGA DAPAT MENJADI PELAYANAN
Senin, 14 September 2026 — JANGAN KUBUR APA YANG TUHAN BERIKAN