Jumat 28 Agustus 2026 — Memilih Lensa yang Tepat (Penutup Minggu 4)

William Carey, yang dikenal sebagai "Bapak Misi Modern", berlayar dari Inggris ke India pada akhir abad ke-18. Ia menghadapi wabah penyakit, penolakan penduduk lokal, kemiskinan parah, dan istrinya yang mengalami gangguan mental akibat rentetan tragedi. Bahkan, pabrik tempat ia menerjemahkan dan mencetak Alkitab terbakar habis, menghancurkan hasil pekerjaannya selama bertahun-tahun. Namun Carey tidak menyerah. Visinya tidak ditentukan oleh tragedi yang terlihat di depan matanya. Ia hidup dari mottonya yang terkenal: "Harapkan hal-hal yang besar dari Allah, usahakan hal-hal yang besar bagi Allah."

"Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal." (2 Korintus 4:18)

Saudara, sebagai penutup Minggu Keempat, mari kita periksa fokus kita. Kata "memperhatikan" di sini berasal dari kata Yunani Skopeo (akar kata dari mikroskop/teleskop), yang berarti menatap lekat-lekat, memfokuskan mata, dan menyelidiki dengan saksama. Di tengah kesulitan ekonomi, sangat mudah bagi kita untuk mengarahkan skopeo kita kepada tagihan bulanan atau surat peringatan dari bank (hal yang kelihatan). Namun Paulus mengingatkan bahwa semua krisis itu sifatnya fana (sementara). Minggu ini kita belajar untuk memperkatakan iman sebelum melihat hasilnya. Hal itu hanya bisa terjadi jika Anda memindahkan skopeo (fokus) Anda dari masalah yang sementara, kepada janji Kristus yang kekal.

  • Pertanyaan refleksi: Ke mana lensa hati dan pikiran Anda lebih banyak tertuju minggu ini: kepada masalah atau kepada Sang Pembuat Mukjizat?
  • Kalimat kunci: Apa yang Anda tatap lekat-lekat akan mengendalikan apa yang keluar dari mulut Anda.

Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.