Rabu, 2 September 2026 — SEMUA BERASAL DARI TUHAN

Pada 2010, Warren Buffett dan Bill Gates meluncurkan Giving Pledge, sebuah gerakan yang mendorong orang-orang sangat kaya untuk memberikan sebagian besar kekayaan mereka bagi tujuan kemanusiaan. Gerakan ini bukanlah lembaga amal yang mengumpulkan atau mengelola dana, melainkan sebuah komitmen moral dan publik. Para peserta berjanji untuk memberikan sebagian besar kekayaan mereka, baik selama hidup maupun melalui wasiat, kepada berbagai tujuan sosial, pendidikan, kesehatan, penelitian, dan kemanusiaan.

Gagasan ini berawal dari keprihatinan bahwa kekayaan yang sangat besar seharusnya tidak hanya dinikmati oleh pemiliknya, tetapi juga dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan dunia. Buffett dan Gates mengundang para miliarder untuk berdiskusi mengenai tanggung jawab sosial, filantropi, dan cara menggunakan kekayaan secara lebih berdampak. Dalam perkembangannya, banyak tokoh kaya dari berbagai negara ikut menyatakan komitmen tersebut.

Namun, Giving Pledge bukan berarti seseorang menjadi pemilik mutlak atas kekayaannya tanpa tanggung jawab. Justru, gerakan ini mengingatkan bahwa semakin besar sumber daya yang dipercayakan kepada seseorang, semakin besar pula tanggung jawab untuk menggunakannya dengan bijaksana. Kekayaan dapat dipakai untuk membangun sekolah, mendukung pelayanan kesehatan, membantu masyarakat miskin, membiayai penelitian, menolong korban bencana, dan menciptakan kesempatan bagi mereka yang membutuhkan.

Gerakan ini juga memperlihatkan bahwa memberi bukan hanya persoalan jumlah uang, tetapi juga persoalan cara pandang. Seseorang dapat memiliki banyak, tetapi belum tentu memiliki hati yang murah hati. Sebaliknya, seseorang yang memiliki sedikit pun dapat belajar memberi dengan tulus dan bertanggung jawab.

Bagi orang percaya, prinsip ini mengingatkan bahwa segala sesuatu yang kita miliki pada akhirnya berasal dari Tuhan. Kita bukan pemilik mutlak, melainkan pengelola yang akan mempertanggungjawabkan cara kita menggunakan berkat tersebut.

Gerakan itu mengingatkan dunia bahwa memiliki banyak membawa tanggung jawab yang besar.

Namun Alkitab membawa kita lebih jauh. Bukan hanya sebagian yang kita miliki merupakan titipan. Semuanya berasal dari Tuhan.

Firman Tuhan berkata:

“Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang.” — Yakobus 1:17a

Saudara, kita mudah menghubungkan keberhasilan dengan kemampuan sendiri.

“Saya bekerja keras.”
“Saya membangunnya sendiri.”
“Saya mendapatkannya karena kemampuan saya.”

Kerja keras memang penting. Tetapi siapa yang memberikan kesehatan untuk bekerja? Siapa yang memberikan kemampuan berpikir? Siapa yang membuka kesempatan? Siapa yang memberikan kehidupan?

Tuhan.

Kesadaran bahwa semuanya berasal dari Tuhan menghancurkan kesombongan dan menumbuhkan rasa syukur.

Jangan membanggakan berkat. Bersyukurlah kepada Sang Pemberi berkat.

Pekerjaan saudara adalah kepercayaan. Kemampuan saudara adalah kepercayaan. Rumah, kendaraan, jaringan, kesehatan, kesempatan, dan setiap pintu yang terbuka adalah kepercayaan.

Maka jangan hanya bertanya, “Apa yang saya miliki?”

Bertanyalah, “Untuk tujuan apa Tuhan mempercayakan ini kepada saya?”

Ketika hati memahami sumber berkat, tangan kita akan lebih siap menggunakannya bagi kehendak Tuhan.

Pertanyaan Refleksi:
Ketika mengalami keberhasilan, apakah saya lebih cepat memberi penghargaan kepada diri sendiri atau mengembalikan ucapan syukur kepada Tuhan?

Ingatlah!
“Ketika saudara mengenali Tuhan sebagai sumber setiap berkat, kesombongan kehilangan tempat dan hati dipenuhi ucapan syukur.” Amin.

Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.