Rabu, 18 Juni 2025– Roh Kudus Memberi Kepekaan Rohani
Heidi Baker dan suaminya Roland adalah misionaris yang melayani di Mozambik, salah satu negara termiskin di dunia. Di awal pelayanan mereka, mereka hidup dalam kekurangan ekstrem, tidur di lantai dan hanya makan sekali sehari. Namun dalam keadaan itu, mereka belajar mendengarkan suara Roh Kudus secara mendalam.
Dalam satu kejadian, Heidi merasa sangat letih dan ingin menyerah. Namun saat berdoa, Roh Kudus menguatkannya dengan satu kalimat sederhana di hatinya: “Lihatlah satu jiwa.” Sejak itu, ia mulai memperhatikan satu anak, satu orang sakit, satu yang terlupakan, dan Roh Kudus terus menuntunnya dari hari ke hari. Pelayanan mereka kemudian berkembang menjadi ribuan gereja lokal, panti asuhan, dan rumah-rumah pemulihan.
Semua terjadi bukan karena perencanaan besar, tapi karena kepekaan terhadap suara Roh Kudus yang dibangun lewat ketaatan setiap hari.
Firman:
"Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat." — Wahyu 2:7
Renungan:
Roh Kudus berbicara setiap hari, namun banyak hati yang terlalu bising untuk mendengarkan. Kepekaan rohani tidak datang tiba-tiba—ia bertumbuh dalam keintiman dan ketaatan. Saat saudara belajar taat terhadap suara-Nya yang kecil, Ia akan mempercayakan lebih besar.
Refleksi:
Apakah saudara melatih kepekaan untuk mendengar suara Roh Kudus setiap hari?
Kalimat kunci:
“Suara Roh Kudus tidak selalu keras, tapi selalu jelas bagi hati yang lembut.”
Newest Events
Jumat 15 Mei 2026 — Doa yang Memindahkan Gunung
Kamis 14 Mei 2026 — Roh Kudus di Tengah Badai Pemberontakan
Rabu 13 Mei 2026 — Kelemahan yang Membuka Pintu Kuasa
Selasa 12 Mei 2026 — Kristus Naik, Tempat Kita Dijamin
Senin 11 Mei 2026 — Bergantung pada Kuasa yang Lebih Besar