Senin 11 Mei 2026 — Bergantung pada Kuasa yang Lebih Besar

Di pulau Timor tahun 1960-an, seorang hamba Tuhan sederhana bernama Petrus Octavianus (salah satu tokoh kunci kebangunan rohani di Indonesia Timur) menyaksikan bagaimana Roh Kudus bekerja dengan dahsyat di tengah keterbatasan manusia. Petrus, yang berasal dari latar belakang biasa dan bukan pendeta terkenal, melihat banyak orang Kristen di Timor hidup dalam kemiskinan, penyakit, dan perpecahan. Ketika ia dan rekan-rekannya berdoa dengan hati yang hancur, tiba-tiba terjadi kebangunan rohani besar. Orang-orang yang sakit disembuhkan, yang keras hati bertobat, dan bahkan polisi kehilangan pekerjaan karena tingkat kejahatan turun drastis. Petrus sendiri sering merasa tidak mampu memimpin gerakan sebesar itu, namun ia terus berkata, “Bukan aku, tapi Roh Kudus yang bekerja.” Melalui doa dan ketergantungan total, ia melihat Tuhan melakukan hal-hal yang mustahil menurut ukuran manusia.

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8)

Saudara, kisah Pdt. DR. Petrus Octavianus mengingatkan kita bahwa di tanah Indonesia ini pun Tuhan masih bekerja dengan cara yang melampaui kekuatan manusia. Kita sering merasa lelah, tidak mampu, dan tidak cukup — entah dalam pelayanan, pekerjaan, keluarga, atau menghadapi masalah bangsa. Namun Tuhan tidak memanggil kita untuk menjadi kuat sendiri. Ia memanggil kita untuk menjadi saluran yang rendah hati, sehingga kuasa Roh Kudus dapat mengalir dengan bebas. Ketika kita mau mengosongkan diri dari segala kepercayaan pada kekuatan sendiri, barulah kita mengalami bahwa “bukan dengan kuasa atau keperkasaan, melainkan dengan Roh-Ku” (Zakharia 4:6).

Pertanyaan refleksi: Apakah ada area dalam hidup atau pelayanan saudara yang sudah sampai pada batas kekuatan sendiri? Sudahkah saudara mau berhenti berusaha dengan kekuatan daging dan mulai bergantung total pada kepenuhan Roh Kudus setiap hari?

Kalimat kunci: Kita tidak dipanggil untuk menjadi kuat sendiri, melainkan untuk mengakui kelemahan kita dan membiarkan Roh Kudus menjadi kekuatan kita yang sesungguhnya.



Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.