Kamis 14 Mei 2026 — Roh Kudus di Tengah Badai Pemberontakan

Tahun 1965 di Soe, Timor Tengah Selatan, seorang guru sekolah sederhana bernama Ibu M. L. M. (Mama Martha) menyaksikan kebangunan rohani besar di tengah kekacauan. Saat itu daerahnya dilanda pemberontakan dan kelaparan. Banyak orang hidup dalam ketakutan dan okultisme. Mama Martha, yang hanya seorang ibu rumah tangga biasa tanpa gelar teologi, mulai mengumpulkan beberapa perempuan untuk berdoa setiap malam. Mereka berlutut di lantai bambu sambil menangis dan mengaku dosa. Tak lama kemudian, Roh Kudus turun dengan kuasa luar biasa. Orang-orang yang keras hati bertobat sambil menangis, orang sakit disembuhkan, dan bahkan dukun-dukun membakar barang-barang sihir mereka. Mama Martha sendiri sering merasa takut dan tidak mampu, tetapi ia terus berkata, “Bukan aku yang kuat, tapi Roh Kudus yang bekerja.”

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu.” (Kisah Para Rasul 1:8)

Saudara, kisah Mama Martha mengingatkan kita bahwa kebangunan rohani yang sejati tidak dimulai dari orang-orang hebat, melainkan dari hati yang rendah hati dan bergantung pada Roh Kudus. Di tengah pergumulan bangsa kita saat ini — masalah ekonomi, keluarga, dan rohani — Tuhan masih mencari orang yang mau mengosongkan diri. Ketika kita mengakui bahwa kita tidak cukup, Roh Kudus datang memenuhi dan memberi kuasa yang melampaui segala keterbatasan. Ia sanggup mengubah keluarga, kampung, bahkan bangsa melalui orang biasa yang mau total bergantung pada-Nya.

Pertanyaan refleksi: Apakah saudara sedang menghadapi “badai” yang membuat saudara merasa tidak berdaya? Sudahkah saudara mau berhenti mengandalkan kemampuan sendiri dan membiarkan Roh Kudus memimpin sepenuhnya?

Kalimat kunci: Di tengah keterbatasan dan badai kehidupan, Roh Kudus siap memenuhi dan memberi kuasa kepada setiap orang yang mau bergantung sepenuhnya pada-Nya.



Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.