Selasa, 10 Februari 2026 Mengampuni Tanpa Menunggu Permintaan Maaf
Sejak usia enam minggu, Fanny Crosby hidup dalam kegelapan. Kesalahan medis membuatnya buta seumur hidup. Banyak orang menduga ia akan hidup dalam kepahitan. Namun yang keluar dari hidupnya justru pujian. Lebih dari delapan ribu lagu rohani ia tulis, termasuk Blessed Assurance.
Suatu kali seseorang bertanya apakah ia marah kepada dokter yang menyebabkan kebutaannya. Fanny menjawab dengan lembut bahwa ia telah memilih mengampuni sejak lama. Ia tidak ingin hidupnya dikendalikan oleh luka, melainkan oleh kasih karunia Tuhan.
Saudara, Fanny mengampuni tanpa pernah menerima permintaan maaf. Ia memilih hidup merdeka. Pengampunan tidak selalu mengubah masa lalu, tetapi selalu mengubah masa depan.
Firman Tuhan:
Efesus 4:32
Mengampuni adalah keputusan iman, bukan reaksi emosi.
Pertanyaan Refleksi:
Apakah saudara masih menunggu orang lain berubah sebelum mengampuni?
Kalimat Kunci:
Pengampunan membebaskan lebih dulu orang yang mengampuni.
Newest Events
Jumat 15 Mei 2026 — Doa yang Memindahkan Gunung
Kamis 14 Mei 2026 — Roh Kudus di Tengah Badai Pemberontakan
Rabu 13 Mei 2026 — Kelemahan yang Membuka Pintu Kuasa
Selasa 12 Mei 2026 — Kristus Naik, Tempat Kita Dijamin
Senin 11 Mei 2026 — Bergantung pada Kuasa yang Lebih Besar