Rabu, 18 Februari 2026 Empati yang Menyelamatkan Keluarga
Di sebuah keluarga Kristen di Sumatra Utara, seorang ibu berjuang memahami anaknya yang mengalami depresi. Banyak nasihat sudah diberikan, tetapi justru menjauhkan hati sang anak. Hingga suatu hari, sang ibu berhenti menasihati dan mulai mendengarkan.
Ia duduk menemani dalam keheningan, menangis bersama, dan berkata, “Ibu tidak sepenuhnya mengerti, tapi ibu mau berjalan bersamamu.” Kalimat sederhana itu membuka kembali relasi yang hampir hilang.
Firman Tuhan:
Pengkhotbah 4:9–10
Empati memulihkan ketika kehadiran lebih kuat daripada nasihat.
Pertanyaan Refleksi:
Siapa yang Tuhan panggil saudara untuk dampingi, bukan untuk perbaiki?
Kalimat Kunci:
Empati adalah kesediaan untuk berjalan bersama di tengah kegelapan.
Newest Events
Sabtu 21 Maret 2026 Signature of Identity – Hidup yang Konsisten dengan Siapa Saudara
Jumat 20 Maret 2026 Signature of Identity – Penginjil yang Tidak Dikenal Dunia
Shalom. Renungan hari ini / Daily Devotional Kamis 19 Maret 2026 Signature of Identity – Identitas Mengalahkan Tekanan Sosial
Rabu 18 Maret 2026 Signature of Identity – Hamba Tuhan yang Tidak Pernah Tercatat Sejarah
Selasa 17 Maret 2026 Signature of Identity – Aman dalam Kepemilikan Allah