Rabu, 18 Februari 2026 Empati yang Menyelamatkan Keluarga
Di sebuah keluarga Kristen di Sumatra Utara, seorang ibu berjuang memahami anaknya yang mengalami depresi. Banyak nasihat sudah diberikan, tetapi justru menjauhkan hati sang anak. Hingga suatu hari, sang ibu berhenti menasihati dan mulai mendengarkan.
Ia duduk menemani dalam keheningan, menangis bersama, dan berkata, “Ibu tidak sepenuhnya mengerti, tapi ibu mau berjalan bersamamu.” Kalimat sederhana itu membuka kembali relasi yang hampir hilang.
Firman Tuhan:
Pengkhotbah 4:9–10
Empati memulihkan ketika kehadiran lebih kuat daripada nasihat.
Pertanyaan Refleksi:
Siapa yang Tuhan panggil saudara untuk dampingi, bukan untuk perbaiki?
Kalimat Kunci:
Empati adalah kesediaan untuk berjalan bersama di tengah kegelapan.
Newest Events
Kamis, 17 September 2026 — KEMBANGKAN KAPASITAS SAUDARA
Rabu, 16 September 2026 — JANGAN TUNGGU SEMPURNA UNTUK MELANGKAH
Selasa, 15 September 2026 — BISNIS JUGA DAPAT MENJADI PELAYANAN
Senin, 14 September 2026 — JANGAN KUBUR APA YANG TUHAN BERIKAN
Minggu, 13 September 2026 — APAKAH SAUDARA DAPAT DIPERCAYA?