Senin, 23 Februari 2026 Menghormati Setiap Pribadi sebagai Ciptaan Allah

Ketika rasul Paulus tiba di Atena, ia tidak berhadapan dengan orang-orang yang sederhana imannya, melainkan para filsuf, pemikir, dan pencari kebenaran yang kritis. Kota itu dipenuhi mezbah, patung, dan perdebatan intelektual. Paulus bisa saja mengecam mereka sebagai penyembah berhala. Namun ia memilih jalan yang berbeda.

Ia mengamati, mendengar, dan menghargai kerinduan mereka akan makna hidup. Dengan penuh hormat, ia berkata bahwa ia melihat mereka sangat beribadah. Dari titik penghormatan itulah Paulus memperkenalkan Allah yang hidup. Ia tidak merendahkan mereka, tetapi mengangkat dialog ke tingkat yang lebih dalam.

Saudara, menghormati tidak berarti menyetujui semua pandangan. Menghormati berarti mengakui bahwa setiap manusia diciptakan dengan martabat oleh Allah. Relasi yang dibangun dengan hormat membuka pintu bagi kebenaran untuk didengar.

Firman Tuhan:
Roma 12:10

Penghormatan adalah bahasa kasih yang dapat diterima oleh hati yang berbeda.

Pertanyaan Refleksi:
Apakah saudara menghormati orang lain bahkan ketika tidak sepaham?

Kalimat Kunci:
Penghormatan membuka jalan bagi kasih Kristus dinyatakan.



Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.