6 Maret 2026 Signature of Grace – Dipulihkan Setelah Kegagalan

Sebuah laporan pelayanan internasional mencatat bahwa banyak pemimpin berhenti bukan karena kehilangan iman, tetapi karena tidak mampu berdamai dengan kegagalannya sendiri. Rasa malu menjadi tembok yang lebih kuat daripada dosa itu sendiri. Ketika seseorang jatuh, sering kali ia menghakimi dirinya lebih keras daripada orang lain. Ia merasa tidak layak untuk bangkit kembali.

Yohanes Markus pernah meninggalkan Paulus di tengah perjalanan misi. Ia dianggap tidak setia. Bahkan Paulus sempat menolaknya dalam pelayanan berikutnya. Secara reputasi, Markus telah gagal.

Namun waktu berlalu. Hati dibentuk. Karakter dipulihkan.

Firman Tuhan berkata:

2 Timotius 4:11 (TB)
“Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia kemari, karena pelayanannya penting bagiku.”

Saudara, orang yang dulu dianggap gagal menjadi penting kembali. Itu adalah Signature of Grace.

Anugerah Tuhan memberi ruang bagi pertumbuhan. Ia memberi kesempatan baru. Ia menulis ulang kisah yang hampir ditutup.

Jika saudara pernah jatuh, jangan berhenti di titik itu. Pertobatan membuka pintu pemulihan. Tuhan tidak selesai dengan hidup saudara.

Pertanyaan Refleksi:

Apakah saudara berhenti karena kegagalan, atau bersedia dibentuk kembali oleh Tuhan?

Kalimat Kunci:
Di tangan Tuhan, kegagalan dapat menjadi awal pemulihan yang lebih kuat.



Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.