Senin 16 Maret 2026 Signature of Identity – Perempuan yang Menolak Menyangkal Kristus
Pada tahun 203 Masehi, seorang wanita muda bangsawan Romawi bernama Perpetua ditangkap karena imannya kepada Kristus. Ia masih memiliki bayi yang disusui. Ayahnya memohon agar ia menyangkal Yesus demi keselamatan hidupnya. Tekanan politik, tekanan keluarga, dan ancaman kematian mengelilinginya.
Namun ia menjawab dengan tenang bahwa ia tidak dapat menyebut dirinya dengan nama lain selain apa adanya — seorang Kristen.
Ia akhirnya dihukum mati di arena gladiator.
Firman Tuhan berkata:
Roma 8:38-39 (TB)
“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup… tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah…”
Saudara, Perpetua tidak mempertahankan hidupnya. Ia mempertahankan identitasnya.
Signature of Identity berarti kesetiaan kepada Kristus lebih kuat daripada ketakutan akan kehilangan. Ia tahu siapa dirinya. Ia milik Kristus.
Identitas sejati tidak berubah oleh ancaman.
Pertanyaan Refleksi:
Jika tekanan datang, apakah saudara tetap berdiri sebagai milik Kristus?
Kalimat Kunci:
Orang yang tahu dirinya milik Kristus tidak mudah digoyahkan dunia.
Newest Events
Sabtu 21 Maret 2026 Signature of Identity – Hidup yang Konsisten dengan Siapa Saudara
Jumat 20 Maret 2026 Signature of Identity – Penginjil yang Tidak Dikenal Dunia
Shalom. Renungan hari ini / Daily Devotional Kamis 19 Maret 2026 Signature of Identity – Identitas Mengalahkan Tekanan Sosial
Rabu 18 Maret 2026 Signature of Identity – Hamba Tuhan yang Tidak Pernah Tercatat Sejarah
Selasa 17 Maret 2026 Signature of Identity – Aman dalam Kepemilikan Allah