Sabtu 11 April 2026 — Kelelahan yang Tidak Terlihat

Pada tahun 2019, seorang selebritas muda Korea Selatan bernama Sulli ditemukan meninggal setelah lama bergumul dengan tekanan mental. Dalam catatan yang kemudian terungkap, ia menulis bahwa senyum yang ia tampilkan setiap hari hanyalah “topeng untuk bertahan.” Ia memiliki ketenaran, kekayaan, dan perhatian dunia—namun tidak memiliki tempat untuk beristirahat.

“Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu…” (Mazmur 32:3)

Saudara, inilah kenyataan yang sering tersembunyi: kelelahan jiwa tidak selalu terlihat. Banyak orang tampak kuat, tetapi sebenarnya rapuh di dalam.

Mazmur 32 menunjukkan bahwa ketika hati tidak datang kepada Tuhan, ada tekanan batin yang menggerogoti perlahan. Dunia hanya memberi pelarian—hiburan, kesibukan, distraksi. Tetapi tidak pernah memberi pemulihan.

Tuhan adalah satu-satunya tempat di mana jiwa benar-benar bisa beristirahat tanpa berpura-pura.

Hari ini, jangan hanya bertahan. Datanglah kepada Tuhan dengan jujur. Ia tidak menuntut kesempurnaan—Ia mengundang kejujuran.

Pertanyaan refleksi:
Apakah saudara sedang terlihat kuat di luar, tetapi sebenarnya lelah di dalam?

Kalimat kunci:
Jiwa yang dipendam akan hancur perlahan, tetapi jiwa yang terbuka di hadapan Tuhan akan dipulihkan.






Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.