2 Mei 2026 — Tiga Ketukan yang Mengubah Hidup

Malam itu tahun 1894 di India, Ida Scudder duduk di bawah lampu minyak menulis surat. Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu. Seorang Brahmana memohon tolong untuk istrinya yang kesulitan melahirkan. Ida mengirim ayahnya yang pria. Belum lama kemudian, ketukan kedua datang, seorang Hindu kasta tinggi dengan permintaan yang sama. Lalu ketukan ketiga dari seorang Muslim. Ketiganya ditolak karena adat melarang dokter pria menyentuh perempuan. Keesokan paginya, Ida mendengar genderang kematian. Ketiga ibu dan bayinya meninggal malam itu. Hati Ida hancur. Malam itu ia berlutut dan berdoa, “Tuhan, jika Engkau memanggilku, aku mau pergi belajar kedokteran.”

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” (Markus 16:15)

Saudara, kadang Tuhan berbicara paling jelas melalui penderitaan orang lain yang memilukan hati. Ida belajar bahwa kematian tiga ibu dan bayi itu bukan akhir, melainkan awal dari panggilan besar yang mengubah ribuan nyawa. Tuhan sering menggunakan “ketukan” yang tidak nyaman untuk menggugah kita dari kenyamanan dan mengutus kita ke ladang yang putih untuk dituai. Ia tahu persis apa yang dibutuhkan untuk membangunkan hati kita.

Pertanyaan refleksi: Apakah ada “tiga ketukan” atau berita buruk yang sedang Tuhan pakai untuk memanggil saudara hari ini? Sudahkah saudara mau menjawab “Ya, Tuhan, aku siap”?

Kalimat kunci: Tuhan sering berbicara melalui hal-hal yang tidak kita mengerti, agar kita belajar percaya bukan karena logika, melainkan karena kita mengenal Dia.



Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.