Jumat 8 Mei 2026 — Kesaksian di Tengah Martir

Betty Stam dan suaminya John adalah misionaris muda di China. Tahun 1934, mereka ditangkap pasukan komunis. Sebelum dibunuh, Betty sempat menyelimuti bayi mereka dengan selimut hangat dan menulis doa terakhir. Kesaksian mereka menggugah ribuan pemuda dan pemudi untuk melayani Tuhan di ladang misi.

“Karena bagi kami, hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Filipi 1:21)

Saudara, Betty Stam mengajarkan bahwa hidup yang diserahkan sepenuhnya kepada Kristus tidak akan pernah sia-sia, meskipun harus dibayar dengan harga yang mahal. Kematiannya bukan akhir, melainkan benih yang menumbuhkan iman banyak orang. Ia hidup dan mati dengan keyakinan bahwa Kristus adalah segalanya. Keteladanan seperti ini mengingatkan kita untuk hidup dengan totalitas, bukan setengah hati.

Pertanyaan refleksi: Sudahkah saudara siap hidup dengan totalitas seperti Betty—bahwa hidup atau mati, Kristus adalah segalanya?

Kalimat kunci: Kadang kematian dan penderitaan yang tak masuk akal menjadi saksi paling kuat bahwa jalan Tuhan melampaui segala pemahaman manusia.



Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.