📅 20 Agustus 2025 📚 Doa Seorang Guru Desa
Bu Melan adalah guru SD di daerah terpencil di Kalimantan Tengah. Ia mengajar 60 anak dengan buku seadanya, gaji kecil, dan sekolah yang bocor saat hujan. Tapi setiap pagi, sebelum lonceng dibunyikan, ia memimpin doa singkat bersama murid-muridnya. “Tuhan, berkatilah kami hari ini, ajar kami menjadi anak-Mu yang takut akan Engkau.”
Seorang murid bertanya, “Bu, kalau doa kita dijawab, kenapa sekolah kita tetap jelek?” Bu Melan menjawab: “Karena doa bukan selalu soal bangunan berubah, tapi hati yang dibentuk.” Hari ini, dua dari muridnya sudah menjadi guru di tempat yang sama setelah tamat dari sekolah pendidikan guru.
“Latihlah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari jalan itu.”
— Amsal 22:6
Saudara, kadang doa tidak langsung menghasilkan keajaiban. Tapi ia membentuk generasi, membangun nilai, dan menabur benih yang akan dituai di masa depan.
Pertanyaan refleksi:
Apakah saudara bersedia tetap berdoa dan mendidik, meski hasilnya tidak langsung terlihat?
Kalimat kunci:
Doa guru sederhana hari ini bisa menjadi gerakan pemimpin rohani masa depan.
Newest Events
Jumat 15 Mei 2026 — Doa yang Memindahkan Gunung
Kamis 14 Mei 2026 — Roh Kudus di Tengah Badai Pemberontakan
Rabu 13 Mei 2026 — Kelemahan yang Membuka Pintu Kuasa
Selasa 12 Mei 2026 — Kristus Naik, Tempat Kita Dijamin
Senin 11 Mei 2026 — Bergantung pada Kuasa yang Lebih Besar